Serabi United

SEMINAR UPDATE TEKNOLOGI

Posted by: pemoeda harapan bangsa on: 30 Januari 2009

Seminar Update Teknologi

Microsoft User Group Indonesia (MUGI) bekerja sama dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogjakarta dan AB Promosindo akan mengadakan sebuah seminar nasional yang bertajuk “Seminar Update Teknologi”. Acara ini akan diadakan pada hari Sabtu, 14 Februari 2009 pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB di Auditorium UKDW. Seminar ini terbuka untuk kalangan mahasiswa dan umum.

Materi yang akan disampaikan dalam seminar ini sangat menarik bagi pihak-pihak yang berkecimpung di bidang IT. Materi-materi tersebut antara lain teknologi motherboard Gigabyte, sertifikasi IT dari Microsoft, Software Asset Management (SAM), Rich internet Application (RIA) with Silverlight 2.0, dan jQuery with ASP.Net.

Pembicara yang diundang untuk mengisi acara ini antara lain:

1.       Benny Lodewijk (Gigabyte)

2.       Mustofa (Manager Education Inixindo Jogjakarta)

3.       David Yacobus (MUGI Jakarta)

4.       Ridi Ferdiana (Microsoft Innovation Center UGM)

5.       Erick Kurniawan (MUGI Jogjakarta)

Bagi anda yang berminat untuk mengikuti seminar ini dipersilakan untuk mengunjungi stand pendaftaran yang dibuka tiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 07.00-14.00 WIB di atrium UKDW. Proses pendaftaran akan dilayani hingga tanggal 12 Februari 2009. Adapun biaya pendaftaran untuk mengikuti seminar ini adalah:

  • Mahasiswa UKDW: Rp. 20.000,-
  • Mahasiswa non-UKDW: Rp. 25.000,-
  • Umum: Rp. 35.000,-

Bagi peserta yang menghadiri seminar ini akan mendapatkan sertifikat, buku “Gigabyte merakit PC” (terbatas untuk 250 pendaftar pertama), majalah menarik, dan lunch. Dapatkan pula kesempatan untuk meraih Doorprize Flashdisk 4GB, kaos, dan lain-lain.

Fox Meyer Drug (FMD) adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia. Kompetisi yang ketat membuat perusahaan ini butuh sebuah sistem yang dapat meningkatkan penekanan biaya perusahaan dan membantu membuat rantai keputusan. Berdasarkan pada supply chain analysis (analisis rantai persediaan), FMD memutuskan bahwa ERP (Enterprise Resources Planning) adalah solusi terbaik atas permasalahan yang dihadapinya. Namun, perusahaan ini akhirnya mengalami kebangkrutan pada tahun 1996.

Di tahun 1992, perusahaan memilih menggunakan jasa Arthur Andersen (Anderson Consulting Group), yang menyarankan agar FMD mengimplementasikan SAP (R/3). Saat itu SAP (Systemanalyse and Programmentwicklung) adalah vendor terbesar ERP. Bahkan, sampai sekarang SAP masih tetap eksis.

Pada September 1993, FMD dan SAP menandatangani kontrak kerjasama. Arthur Andersen bertugas untuk mengimplementasikan software R/3 ini. Proyek jutaan dolar ini meliputi: sistem pergudangan, inventory control, customer service, marketing, strategic planning,  pengiriman dan handling. SAP R/3 ini adalah sistem yang pertama kali dipakai di industri farmasi yang menggunakan fungsi gudang otomatis. Biaya pengimplementasian SAP ini dianggarkan sebesar US$65 juta. Sistem ERP ini diharapkan dapat menghemat US$40 juta per tahun di FMD.

Pendekatan yang dilakukan dalam implementasi sistem ini adalah pendekatan bertahap. Pada tahun 1994, FMD menandatangani kontrak untuk menambah aplikasi di 6 gudang baru. SAP dan Anderson merencananakan implementasi sistem di gudang tersebut dilakukan pada bulan Januari dan Februari tahun 1995.

FMD memulai penggunaan R/3 saat fasilitas dan pesanan pelanggan terpenuhi. Akan tetapi, karena kesalahan data, data-data penjualan yang selama ini terjadi menjadi tidak akurat. FMD mengeluarkan US$16 juta untuk memperbaiki kesalahan ini. Pendekatan bertahap ini baik digunakan karena perusahaan cepat mengidentifikasi kesalahan yang terjadi pada sistem. Namun, kesalahan yang terjadi sudah terlampau banyak. Biaya implementasi mencapai lebih dari US$100 juta. Ini berarti terjadi over-budgetting.  Selain itu, kinerja R/3 lambat, dan gagal memberikan keuntungan. Akhirnya pada tahun 1996, FMD mengalami kebangkrutan dan diakuisisi oleh pesaing terbesarnya, McKesson Corp. sebesar US$80 juta.

Pada tahun 1998, dewan pengawas kebangkrutan FMD menuntut US$ 500 juta kepada SAP, dan tuntutan yang sama juga diajukan kepada Andersen Consulting. FMD menuduh SAP berbuat curang dengan menawarkan FMD sebuah sistem yang gagal. Sedangkan Andersen Consulting dinilai tidak dapat mengatur implementasi dengan baik. Namun, keduanya menyangkal dan malah  menuduh FMD  tidak bisa memanajemen perusahaan dengan baik.

Kegagalan ERP ini disebabkan karena tidak adanya keterlibatan perencanaan implementasi dari end-user. Perencanaan hanya dilakukan oleh manajemen tingkat atas dari FMD, Andersen Consulting dan pihak teknisi. End-user tidak dilibatkan sehingga terjadi gap yang besar antara pengguna dan perencana sistem. Selain itu, tidak ada pelatihan khusus untuk para pengguna SAP di FMD.

Faktor lainnya adalah kesalahan pemilihan jenis software. SAP R/3 ini dirancang untuk perusahaan manufaktur, bukan perusahaan wholesalers yang memiliki banyak transaksi. Sebagai informasi, R/3 hanya dapat menangani 10.000 transaksi per hari, padahal transaksi yang terjadi di FMD adalah 420.000 per hari. Selain itu, implementasi R/3 pada perusahaan itu sedikit dipaksakan. Tidak ada blueprint (rancangan) pengimplementasian pada FMD. Pada akhirnya sistem gagal karena rencana yang tidak matang.

Kesimpulannya, dalam mengimplementasikan sebuah sistem, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Mulai dari perencanaan, pengimplementasian, dan pelatihan khusus kepada para pengguna sistem. Selain itu, perusahaan harus melibatkan end-user agar sistem dapat berjalan dengan baik.

sumber :

http://danasmoro.blogspot.com/2008/09/kegagalan-implementasi-erp-pada-fox.html

http://insidewinme.blogspot.com/2008/02/kasus-kegagalan-implementasi-erp.html

Feronic Oktarini (23060097)

IMPLEMENTASI SIAK-NG DI UNVERSITAS INDONESIA

Posted by: pemoeda harapan bangsa on: 11 Desember 2008

Universitas Indonesia telah mengembangkan sebuah Sistem Informasi Akademik yang disebut dengan SIAK-NG (Sistem Informasi Akademik – New Generation).  Implementasi ini ditujukan utnuk memenuhi kebutuhan beberapa pihak, yaitu pengelola pendidikan/sub-bagian akademik (SBA), direktorat pendidikan, dosen, dan mahasiswa.

Pada tahun ketiga implementasinya (2007), SIAK-NG ternyata masih mengalami banyak permasalahan. Informasi-informasi dalam SIAK-NG banyak yang tidak lengkap ataupun tidak valid. Hal ini menimbulkan keluhan-keluhan terutama dari kalangan mahasiswa, seperti:

1. Fungsi login tidak berjalan semestinya

2. Pencantuman nilai tidak sesuai

3. Matakuliah yang diambil tidak terdaftar

4. Kesalahan informasi pembayaran autodebet

5. dll.

SIAK-NG ternyata banyak merugikan mahasiswa UI untuk mencari informasi akademik. Bagian akademik sangat mengandalkan SIAK-NG untuk menyalurkan informasi kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa yang datang ke bagian akademik untuk mencari informasi yang benar tidak mendapat layanan yang baik. Keluhan-keluhan mahasiswa tidak tersampaikan ke bagian IT yang mengelola SIAK-NG dan hanya terhenti di bagian akademik.

Permasalahan dari SIAK-NG ditimbulkan dari ketidaksiapan dan kurangnya pemahaman bagian akademik. Bagi mereka, implementasi sistem ini seharusnya tidak dijadikan alasan untuk  mengalihkan tugas-tugas mereka. Layanan tatap muka yang ada sebelum implementasi SIAK-NG seharusnya tetap dijalankan. Bagaimanapun sebuah sistem tidak bisa secara sepenuhnya menggantikan peran manusia.

Selain itu, pihak universitas seharusnya dapat menimbang apakah sistem ini sudah siap untuk diimplementasi atau belum. Harus disadari juga bahwa tidak semua mahasiswa akan langsung mampu menggunakan SIAK-NG dengan benar. Pelatihan bagi para pengguna sistem ini dapat dijalankan untuk mengurangi permasalahan yang terjadi.

sumber:

http://mapresiden.wordpress.com/2007/09/25/dilema-sosial-implementasi-sistem-informasi-akademik-siak-ng-di-universitas-indonesia/

IMPLEMENTASI SISTEM ERP PADA ANUGERAH ARGON MEDIKA

Posted by: serabibersatu on: 11 Desember 2008

PT. Anugerah Argon Medika (AAM) merupakan salah satu distributor besar yang memiliki spesialisasi di bidang farmasi. PT. AAM telah mengimplementasikan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) dalam proses bisnis mereka. Implementasi TI di AAM sudah dilakukan sejak tahun 1993, namun program yang digunakan saat itu masih sangat sederhana. Pada tahun 1996 PT. AAM mengubah visi dari perusahaan trading menjadi perusahaan distribusi, sehingga proses bisnis mereka berubah. Kemudian mereka ingin mengimplementasikan sistem TI yang lebih memadai untuk menunjang proses bisnis mereka.

Pada tahun 1999 PT. AAM berinvestasi di bidang TI dengan mengimplementasikan ERP. Sebelum mereka mengimplementasi TI, mereka melakukan kajian visi perusahaan dan visi TI perusahaan untuk melihat apa yang ingin dicapai dimasa depan.

PT. AAM menggunakan metode big bang pada aplikasi yang terintegrasi secara penuh. Mereka menggunakan metode Big Bang karena tingkat resistensi terhadap perubahan sangat rendah, jadi semua modul dapat diimplementasikan secara bersamaan.

Implementasi TI di PT. AAM dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

  1. Pada tahun 2000 implementasi ERP dan Supply Chain.
  2. Utilisasi, seperti business intelegence, performance management, security system, dan beberapa aplikasi lain. Tahap ini berjalan secara pararel sejak tahun 2002.
  3. Integrasi dengan pelanggan. Pada tahap ini menggunakan aplikasi Customer Relationship Management (CRM)

Pada investasi TI di PT. AAM yang menggunakan metode Big Bang ini membuat arah investasi menjadi lebih terintegrasi dalam satu platform. Investasi ini membutuhkan biaya yang sangat besar, namun sering tidak memberikan hasil efektif, karena platform yang didesain sejak awal membutuhkan penyesuaian. Dapat disimpulkan bahwa metode Big Bang ini rawan pemborosan.

Sumber: http://www.ali.web.id/index2.php?option=content&do_pdf=1&id=238

Ronny Hadi Santoso ~ 23060092

IMPLEMENTASI SISTEM PADA PERUSAHAAN BHP STEEL

Posted by: serabibersatu on: 11 Desember 2008

Perusahaan yang akan saya bahas ini merupakan salah satu perusahaan yang sangat terkenal di Australia, BHP Steel. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang baja lapis logam, segala produk baja, mineral, tembaga dan minyak. Tidak hanya itu, perusahaan tersebut juga terjun dibidang teknik, transportasi dan teknologi informasi. Perusahaan yang sangat maju ini menggunakan implementasi sistem e-commerce. Situsnya bisa dilihat di http://www.bhpsteel.com.au/.

Pada tahun 1988–1992, BHP Steel mulai melakukan implementasi pertama melalui perdagangan elektronik. Awal mulanya proyek ini terintegrasi antara proyek Electronic Trading Gateway (ETG) dan Electronic Data Interchange (EDI). Implementasi ini menggunakan sebuah PC yang berdasarkan sistem pembelian dengan kapabilitas Electronic Data Interchange (EDI). Sistem ini mampu untuk mengirim maupun menerima dokumen bisnis dari atau ke partner dagang ataupun supplier. Sistem dengan kemampuan seperti ini ternyata merupakan salah satu implementasi EDI yang pertama di Australia. Namun sayangnya sistem ini masih kurang begitu memenuhi permintaan dari perusahaan BHP yang sangat besar itu. Lalu ditetapkan implementasi tahap 2, yaitu implementasi Electronic Trading Gateway (ETG).

Tahun 1990 sewaktu implementasi pertama berjalan, dilakukanlah usaha untuk memusatkan dan mengintegrasikan semua aspek dari supply baja dengan menggunakan jembatan elektronik. Proyek implementasi yang kedua ini selesai pada tahun 1994, namun difusi dan pengembangan proyek tetap berjalan dengan dokumen aplikasi baru. Ternyata dengan adanya implementasi yang kedua ini, membuat perusahaan lebih maju lagi. Para partner bisnis juga bertambah secara bertahap.

Tahun 1993, dimulailah implementasi yang ketiga, yaitu proyek Bar-coding. Sebenarnya proyek ini dilakukan untuk realisasi keuntungan dari integrasi EDI dan aplikasi bar-coding untuk perusahaan, namun seiring dengan perkembangannya, justru menjadikan proyek bar-coding sebagai proyek skala besar di perusahaan tersebut mulai dari tahun 1994-1997. Implementasi yang ketiga ini kemudian disebarkan ke divisi-divisi dan unit-unit bisnis lain.

Tahun 1996, merupakan tahun dimana perdagangan melalui internet mulai menguasai sektor sumber daya elektronik. Pada tahun inilah implementasi keempat mulai dilakukan, implementasi Internet Related. Perusahaan ini memfokuskan mekanisme pengantaran pada rekan bisnis yang lebih kecil, yang butuh akan infrastruktur teknikal maupun intelektual. Strategi telah dikembangkan untuk mengantisipasi gelombang E-commerce, aplikasi bisnis yang sudah ada telah dapat diimplementasikan, serta laju transaksi melalui internetpun telah dapat dikendalikan dan implementasi terus dikembangkan. Tahap implementasi selanjutnya adalah melakukan pengujian pengantaran sertifikat dan informasi status pemesanan pada aplikasi berbasis web.

Sebenarnya implementasi sistem yang cukup memakan banyak biaya ini dilakukan demi keuntungan yang dicapai dari implementasi E-Commerce dari perusahaan tersebut. Ide pembuatan dari sistem meskipun berasal dari aplikasi bar-coding ini membuat perusahaan tersebut melakukan inovasi-inovasi lainnya yang cukup berkembang. Laba dari implementasi sistem ini sangatlah besar karena perusahaan mampu menghemat cycle time pemesanan dan mengurangi kesalahan pekerja maupun mengurangi inventori, namun biaya yang dikeluarkan untuk mengimplementasikan sistem inipun tidak kalah besarnya, mengingat implementasi sistem dengan bussines logic yang sangat kompleks dan lamanya waktu yang ditempuh.

Sumber:
http://antoniushandoko.blogspot.com/2008/09/implementasi-e-commerce-pada-perusahaan.html

ELVIRA DEWI OCTAVIA
23060096

Category

Archive